Sidang Praperadilan Ira Ua akan Digelar pada 12 Mei 2022 - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sidang Praperadilan Ira Ua akan Digelar pada 12 Mei 2022

Ira Ua dan PH Yance Mesakh.

GRAHA BUDAYA -- Sidang praperadilan tersangka Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua diagendakan akan dilaksanakan pada Kamis, 12 Mei 2022. 

Sidang digelar sehari setelah sidang pertama terdakwa Randy Suhardy Badjideh, suaminya, terkait kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee.

"Sidang praperadilan tersangka IU tanggal 12 Mei 2022," tulis Buang Sine di akun Facebooknya, dikutip Senin (9/5).

Baca juga: Gimmick Ira Disoroti, Netizen Bandingkan dengan Jessica dalam Kasus Mirna

Ira Ua melalui kuasa hukumnya Yance Thobias Mesakh, Rydo Nickylens Manafe, dan Dicky Januar Ndun mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang pada awal Mei lalu.

Pra peradilan tersebut didaftarkan sesuai dengan Nomor 16/Pid.Pra/2022/PN.Kpg.

Pengajuan praperadilan tersebut dilayangkan setelah penyidik Polda NTT menetapkan Ira Ua sebagai tersangka.

Baca juga: Ini Pertentangan Fakta antara Yance Mesakh dengan Ira Ua

Penetapan tersangka istri Randy Badjideh tersebut sesuai dengan hasil penyidikan dan dilanjutkan dengan gelar perkara yang memenuhi alat bukti yang cukup. Namun, penyidik belum menahan Ira Ua.

Ira Ua terakhir kali diperiksa pada Senin (25/4) oleh tim penyidik Ditrekrimum Polda NTT. Sejak kasus ini mencuat, Ira dan beberapa saksi lain telah puluhan kali diperiksa oleh penyidik Polda NTT.

Pemeriksaan terakhir terhadap Ira Ua bersamaan dengan munculnya namanya dalam dakwaan Randy yang dirilis Pengadilan Negeri Kupang pada 25 April.

Berkas dakwaan Randy didaftarkan dengan nomor perkara 80/Pid.B/2022/PN Kpg di PN Kupang pada 25 April 2022.

Baca juga: IU Sebut Ada 'Seseorang' yang Mengatakan Randy Dipaksa Ungkap Tersangka Lain

Atas perbuatannya, Randy dan Ira  dijerat Pasal 340 KUHPidana jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 338 KUHPidana jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 80 Ayat (3) jo. Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Namun Ira Ua mempertanyakan penetapan tersangka oleh penyidik Polda NTT kepadanya. Dia membantah telah menghasut Randy menghabisi nyawa ibu dan anak Astri Manafe dan Lael Maccabbee.

Dalam sebuah pernyataan kepada Katantt.com, Jumat (6/5), Ira Ua menyampaikan curahan hatinya karena selama ini dia memilih diam. Ini merupakan pertama kali Ira Ua memberikan keterangan kepada publik, dalam hal ini media mengenai kasus pembunuhan Astri dan Lael.

"Setelah saya ditetapkan menjadi tersangka karena menurut bapak-bapak yang punya wewenang alasan suami saya berbuat kejahatan karena saya memarahi suami saya karena berselingkuh sehingga suami saya niat membunuh, perlu digarisbawahi bahwa menurut mereka suami saya berniat karena saya, bukan saya yang berniat atau tidak ada satupun perkataan saya ditemukan saya menyuruh suami saya," katanya.

Dia mengungkapkan bahwa dia tidak memiliki niat jahat untuk menghabisi nyawa kedua korban Astri dan Lael.

“Saya tidak pernah berniat jahat dan ikut serta dalam peristiwa ini," ucapnya.

Ira menegaskan bahwa dia tidak pernah tahu apa yang terjadi antara Randy dengan korban Astri dan Lael sejak awal kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada Agustus 2021. Dia hanya mengetahui bahwa suaminya sedang melakukan pekerjaannya.

"Mutlak peristiwa itu terjadi pada saat saya berpikir suami saya sedang bekerja," kata ibu satu anak ini.

Ira Ua tidak menduga bahwa dia kemudian ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik pada 27 April setelah menjalani pemeriksaan terakhir pada 25 April 2022.

“Padahal di sore tanggal yang sama (25 April) saya masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi, di tanggal 26 April 2022 saya diberikan surat pemanggilan sebagai tersangka dan di tanggal 27 April saya ditetapkan sebagai tersangka. Saya penasaran, apakah ini artinya apapun hasil pemeriksaan saya tidak penting? Karena apapun hasil pemeriksaan terhadap saya sudah dipastikan saya ditetapkan sebagai tersangka?,” tanya Ira Ua.

Sementara itu, Polda NTT telah menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi gugatan praperadilan yang dilayangkan Ira Ua.

Kabid Humas Polda NTT AKBP Ariasandy mengatakan pihaknya menerima gugatan yang diajukan pihak tersangka karena itu merupakan hal setiap tersangka.

"Pihak Polda NTT siap menghadapi gugatan prapid yang dilayangkan oleh tersangka Ira, dan melalui prapid tersebut penyidik dapat mengevaluasi kinerjanya agar semakin profesional dalam menangani kasus kematian Astri-Lael," katanya.*

Posting Komentar untuk "Sidang Praperadilan Ira Ua akan Digelar pada 12 Mei 2022"