Viral Oknum Polwan di Kupang Ancam 'Injak Kasih Mati' Warga yang Rekam Razia Polisi - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Viral Oknum Polwan di Kupang Ancam 'Injak Kasih Mati' Warga yang Rekam Razia Polisi

Polisi gelar razia di Kupang.

GRAHA BUDAYA -- Sebuah video pendek menghebohkan warga Kota Kupang. Dalam video tersebut, seorang anggota Polres Kota Kupang mengancam warga yang merekam razia balapan liar di ibukota NTT tersebut.

Dalam video yang diunggah akun Kompas 86, Jumat (27/5), oknum Polwan tersebut mengatakan akan "injak kasih mati" warga yang didapatinya merekam razia yang dilakukan polisi di Bundaran Undana Kupang.

"Yang rekam beta injak kasih mati," katanya.

Baca juga: Berseragam Tahanan, Polda NTT: Menurut Ahli Ucapan Ira Pemicu Pembunuhan Astri dan Lael

Oknum Polwan tersebut sempat adu mulut dengan warga yang merekam. Dia bersikeras mengatakan warga tidak boleh merekam.

"Beta son kasih ijin," tukasnya.

Namun warga menampiknya dengan mengatakan bahwa Kapolresta Kota Kupang sendiri yang meminta agar informasi publik dibuka seluas-luasnya. Karena razia tersebut merupakan aktivitas publik, maka warga beranggapan wajar untuk direkam.

Video ini pun viral di media sosial. Belakangan baru diketahui oknum Polwan tersebut bernama Pudhy Mita. Dia adalah Kanit Turjawali Sat Sabhara Kota Kupang.

Baca juga: Polda NTT: Tahap I Berkas Perkara IU Sudah Dikirim ke Kejati NTT

Usut punya usut, ternyata oknum Polwan tersebut merupakan orang yang sama dengan saat proses rekonstruksi kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee pada bulan Desember 2021.

Saat itu, Pudhy Mita juga melarang warga merekam adegan rekonstruksi Randy Badjideh yang dilakukan Polda NTT.

Atas tindakannya yang dianggap "kasar" terhadap warga, Pudhy Mita pun mendapat kritikan dari masyarakat (warganet). Publik menilai dia terlalu "keras" dalam menjalankan tugas.

"Halo Ibu Pudy Mita, setelah kekerasan yang dilakukan pada kasus Penkase ibu melakukan kekerasan verbal kepada masyarakat tadi malam. Lagi-lagi tindakan represif yang ibu lakukan. Sangat disayangkan. Kami meminta agar ibu segera melakukan klarifikasi terhadap pernyataan semalam sebelum kami melakukan tindakan lain untuk menuntut ibu. Karakter memang susah dirubah tapi demi kelangsungan hukum, wajib mematuhi semua norma. Ibu digaji oleh pajak rakyat yang ibu tindas lewat lidah tak bertulang," tulis Christo M.T. Komlino yang merupakan Koordinator Aliansi Pencari Keadilan Astri dan Lael.*

Posting Komentar untuk "Viral Oknum Polwan di Kupang Ancam 'Injak Kasih Mati' Warga yang Rekam Razia Polisi"