Dump Truck Terjungkal karena Jalan Rusak, Warga Oja Minta Pemkab Ende Buka Mata - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dump Truck Terjungkal karena Jalan Rusak, Warga Oja Minta Pemkab Ende Buka Mata

Mobil terjungkal di Nangapanda.

GRAHA BUDAYA -- Sebuah dump truck bermuatan pasir mengalami kecelakaan maut di jalan jurusan Puukungu-Kamubheka, tepatnya di jalur Malawaru-Kamubheka. Insiden lakalantas terjadi pada Kamis (9/6) pukul 11.30 Wita.

Melansir Ekora NTT, lakalantas tersebut menyebabkan satu orang penumpang bernama Ricardus Pasondai (18) meninggal di tempat. Korban adalah warga Desa Kamubheka, Kecamatan Maukaro.

Sementara sopir dan dua orang warga lainnya, Enjelinus Sebu dan Dionisius Pili Edo, mengalami luka serius dan kini dirawat di Puskesmas Kaburea di Kabupaten Nagekeo.

Baca juga: Di Tengah Rumor Pengunduran Diri, Menag Minta Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia

Kasat Lantas Polres Ende Ipda I Gusti Komang Astina mengatakan dump truck mengalami lakalantas lantaran tidak bisa menaiki tanjakan sehingga mesin mobil mati dan hilang kendali.

Akibatnya, mobil "gogor" ke jurang sedalam kira-kira 50 meter. Polisi telah melakukan olah TKP serta mengamankan sopir di Polsek Maukaro untuk dimintai keterangan.

Korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

Baca juga: Saksi Fitri Sepupu Randy Beberkan Perjalanan Mobil Rush: Tidak Sesuai BAP Randy

Seorang warga asal Nangapanda di Grup WhatsApp "Forum Diskusi Ende Barat" mengatakan sebetulnya dump truk terjungkal bukan karena sopir mengantuk. Kondisi jalan yang licin membuat sopir hilang kendali.

"Bukan karena ngantuk atau mabuk kae. Kecelakaan karena jln licin, sehingga mobil gogor. Mobil ada muatan pasir untuk di antar ke Malawaru," katanya, Kamis (9/6).

Minta Pemkab Ende Buka Mata

Warga Desa Tendambepa yang berbatasan dengan Desa Malawaru di perbatasan dengan Nagekeo, Pius Wiku mengatakan, sudah bertahun-tahun lamanya kondisi jalan di jalur Ende bagian barat tersebut tidak diperhatikan pemerintah Kabupaten Ende.

Ketika musim hujan tiba, jalur Oja-Kamubheka nyaris tidak bisa dilewati karena kondisi jalan yang rusak dan berupa tanjakan.

Dia pun mendesak Pemkab Ende dan DPRD Ende untuk segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut sehingga masalah kronis tidak lagi terjadi. Apalagi saat ini sudah memakan korban masyarakat kecil.

"Tolong Pemerintah (DPRD dan Eksekutif) buka mata, telinga jangan sampai terulang untuk kedua atau tiga, dst-nya. Mau tidak mau Oja, Malawaru harus siap sedia untuk menjadi korban jika kondisi jalan tidakk diperbaiki," katanya di Grup WhatsApp.

Dia berharap kejadian lakalantas di jalur Malawaru-Kamubhekan mampu mengetok hati Pemkab Ende dan DPRD yang selama ini memang terkesan "lepas tangan" dengan kondisi pembangunan di wilayah barat Ende.

Jalur Puukungu-Oja-Kamubheka adalah jalur yang menghubungkan desa dengan desa, kecamatan dengan kecamatan dan kabupaten dengan kabupaten (Ende-Nagekeo) dari bagian selatan Pulau Flores ke pantai utara.

Salah satu program prioritas Bupati-Wakil Bupati Ende adalah melakukan paralel jalur Utara-Selatan. Namun hingga kini belum terealisasi.

"Mudah-mudahan dengan musibah ini menjadi catatan untuk anggota Dewan, pemerintah lebih-lebih calon (DPRD). Jangan muncul bagaikan cendawan, biasanya kita bagian barat khusus Nangapanda juara untuk bibit cendawan di musim hujan. Coba buka mata dan hati dengan keadaan yang seprti ini rakyat kecil telah menjadi kurban. Maka marilah kita selektif yang berkualitas sehingga hasil bermartabat untuk bisa perjuang bagi jatah kue pembangunan kusus infrastruktur jalan Oja ke Kamubheka yang sebagai penghubung antar Desa, Kecamatan dan Kabupaten," tukasnya.

Dominikus Dei, tokoh masyarakat asal Desa Tendambepa, pun menegaskan bahwa wilayah barat Ende menjadi target elektoral para tokoh yang ingin berkontestasi baik di lingkup eksekutif maupun legislatif. Namun setelah suksesi, konstituen ditinggalkan begitu saja.

"Sangat kasihan nyawa orang dengan jalan yang begitu memprihatinkan. Setiap ada suksesi politik baru jalan diperbincangkan memang budaya itu sedari dulu tak pernah hilang, sangat kasihan masyarakat selalu dibodohkan," ujar mantan Kepala SDN Oja itu.

Sementara itu, Riven Juma, warga Desa Malawaru, Kecamatan Nangapanda meminta pemerintah Kabupaten Ende untuk segera memperbaiki jalan di wilayah tersebut.

“Jalannya sangat parah. Banyak batu lepas, tidak ada drainase. Sopir-sopir itu nekat karena melayani kebutuhan warga. Sekarang sudah ada korban. Mudah-mudahan pemerintah buka mata,” tandas tokoh muda Malawaru itu.

Perlu diketahui, KecamatanNangapanda memiliki sekitar 15.000 suara dan selalu menjadi target para kandidat untuk mendulang suara ketika berkontestasi di tingkat kabupaten.

Sayangnya, secara politik, wilayah yang berbatasan dengan Nagekeo ini selalu kalah. Bukan hanya karena tidak punya perwakilan di DPRD, tetapi wilayah ini secara kultural merupakan wilayah terkecil dibandingkan dengan Ende dan Lio. 

Nangapanda, terutama Oja dan Malawaru, secara kultural masuk ke wilayah Nagekeo. Di ranah politik, tentu aspek kultural ini sangat mempengaruhi keputusan politik pembangunan.*

Posting Komentar untuk "Dump Truck Terjungkal karena Jalan Rusak, Warga Oja Minta Pemkab Ende Buka Mata"