Ini Tujuan Santi Buat Grup WA '27 Agustus 2021' Jelang Kematian Astri dan Lael - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Tujuan Santi Buat Grup WA '27 Agustus 2021' Jelang Kematian Astri dan Lael

Santi, Ira dan Randy.

GRAHA BUDAYA -- Santi Mansula adalah teman dekat korban pembunuhan di Kupang, Astri Manafe. Keduanya berteman baik sebelum terlibat dalam percekcokan mulai Juli 2021.

Saking dekatnya dengan korban, Santi mengetahui dengan baik hubungan perselingkuhan korban dengan Randy Badjideh yang kini sudah menjadi terdakwa.

Santi kemudian mengkhianati korban dengan memberitahukan kabar perselingkuhan korban ke istri Randy, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua yang kini menjadi tersangka.

Baca juga: Pakar Hukum: Jika Bukan Randy Pemukul Kepala Lael, IU Diduga Pelakunya

Sejak saat itulah tidak saja renggang hubungan antara korban dengan Santi, tetapi korban mulai mendapat ancaman serius dari Ira Ua. 

Menurut para ahli pidana penyidik Polda NTT, api cemburu Ira Ua menimbulkan niat untuk menghabisi korban yang dari hubungannya dengan Randy melahirkan Lael Maccabbee.

Namun, sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan pekan lalu. Seorang saksi yang dihadirkan jaksa, Arca, mengatakan bahwa pada hari kematian kedua korban, Astri dan Lael, Santi membuat Grup WhatsApp. Nama Grup WA tersebut adalah '27 Agustus 2021'.

Baca juga: Selain RB dan IU, Kasus Penkase Berpotensi Menyeret hingga 5 Pelaku Lain

Hal itu dibenarkan oleh Bayu, teman Arca dalam persidangan. Dia menyebut Santi memang membuat Grup WhatsApp dengan tujuan untuk membagikan informasi seputar kasus Penkase.

Santi kemudian mengubah nama grup WA tersebut menjadi '2 November 2021', dua hari setelah jasad kedua korban ditemukan di lokasi penggalian pipa SPAM Kali Dendeng, Penkase.

Arca mengatakan Grup WA tersebut beranggotakan teman-teman Santi. Tujuannya adalah untuk membagikan informasi terkini mengenasi kasus pembunuhan Astri dan Lael.

"Grup (WA) itu anggotanya Sonia Tulle, Arca, Bayu, Deren dan Santi Mansula alias SM. Tujuan grup itu untuk membagikan informasi terkait kasus Penkase,” katanya kepada hakim di Pengadilan Negeri Kupang, 25 Mei, dikutip Haluan NTT.

Baca juga: RB dan IU Nyangkal, Pemukul Kepala Lael Masih Dipertanyakan

Arca belum menjelaskan mengapa Santi membuat Grup WA tersebut. Pasalnya, pada tanggal 27 Agustus, merupakan hari Astri dan Lael keluar dari rumahnya di Kelapa Lima.

Kalau memang grup itu dibuat untuk membagikan informasi mengenai kasus Penkase, hal itu sangat aneh mengingat pada hari itu kedua korban belum dieksekusi Randy.

Randy mengatakan pada hari itu, dia menjemput Astri dan Lael di kos Bayu, teman Astri, lalu mengelilingi Kota Kupang hingga dini hari. 

Esok harinya, sekitar pukul 09.000 WITA, Randy mengeksekusi kedua korban di parkiran Hollywood, Kelapa Lima, Kota Kupang.

Arca membenarkan bahwa dia menjemput Astri  dan Lael di rumah korban yang berada di Wali Kota menggunakan motor matic jenis Beat.

“Jadi tanggal 27 Agustus 2021 itu korban (Astri) minta tolong untuk jemput dan hantar ke Jalan Nangka. Waktu itu korban bawa Lael dengan tas,” papar Arca.

Baca juga: 2 Kali Ancam Warga, Oknum Polwan Kota Kupang Terancam Dipolisikan

Dalam perjalanan Astri memintanya untuk ikut ke kosnya Bayu yang berada di Oebobo. Tiba di kos Bayu, Astri kemudian menerima telepon dari seorang laki-laki, dan langsung bergegas pergi bersama Lael. Laki-laki tersebut baru kemudian terungkap adalah Randy.

“Waktu itu Astri hanya pesan ke Arca bahwa, kalau kamu masih di sini nanti saya balik. Dan jam 10 malam, kami masih kontak Astri, tetapi dia reject. Setelah itu nomornya tidak aktif lagi," ujar Arca.

Sementara itu, Bayu mengatakan pada 27 Agustus 2021 dia memang berada di Kota Kupang, tetapi tidak memberitahukan keberadaanya kepada Astri.

“Tetapi malam sekitar jam 8, Astri dan Arca muncul di kos. Setelah itu saya pergi beli kipas angin, dan ketika pulang itu Astri dan Lael tudak ada lagi di kos,” ungkap Bayu.

Setelah pukul 22.00 Wita, Bayu dan Arca kemudian berinisiatif untuk mengontak Astri. Namun panggilan itu tidak direspon Astri.

Tidak lama kemudian, Astri menelepon kembali Bayu, dan menanyakan posisi Arca.

“Astri telepon lagi tanya Arca. Tetapi saya bilang dia sudah pulang. Jadi Astri hanya jawab Na bae sudah,” pungkasnya.

Penasehat hukum keluarga korban Jo Bangun menyatakan bahwa keterangan Santy Mansula mempunyai dampak yang cukup besar terhadap kematian kedua korban Astri dan Lael.

Dia berharap, dalam persidangan berikutnya Santi bisa memberikan informasi yang lebih jujur mengenai kasus pembunuhan Astri dan Lael.

“Jika Santi Mansula adalah saksi berikut yang dihadirkan maka kami mewakili keluarga berharap ia memberikan kesaksian sejujurnya karena keterangannya sangat berpengaruh bagi keadilan untuk Astrid dan Lael,” katanya.

PH korban lainnya, Adhitya Nasution berharap Santi mengatakan sejujurnya mengenai kasus Penkase agar terbuka tabir kebohongan.

Menurut dia, kesaksian dari orang terdekat yang mengetahui perkara tersebut sangat berarti membuka fakta di persidangan, terutama mengenai keterlibatan pelaku lain.

“Yang jelas kita minta saudari SM berkata jujur dan tidak membuat keterangan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada,” ungkapnya.*

Posting Komentar untuk "Ini Tujuan Santi Buat Grup WA '27 Agustus 2021' Jelang Kematian Astri dan Lael"