Ira: Setelah Korban Ditemukan, Randy Sempat ke Jakarta dan Akui Dia Bukan Pelaku - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ira: Setelah Korban Ditemukan, Randy Sempat ke Jakarta dan Akui Dia Bukan Pelaku

Terdakwa Randy dan Ira Ua.

GRAHA BUDAYA -- Sidang kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee sudah digelar di Pengadilan Negeri Kupang pada Rabu (8/6) pagi hingga malam hari. Agenda persidangan adalah pemeriksaan lanjutan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU).

Sidang ini menghadirkan enam orang saksi, yaitu Kadir alias Pipex, Fitri Ibrahim, Santi Mansula, Sonia Tule, Ronal Lay alias Baron dan Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua.

Dalam keterangannya, Ira menyatakan bahwa ketika jasad korban pembunuhan Astri dan Lael ditemukan di lokasi penggalian pipa SPAM Penkase, Randy sempat ke Jakarta. 

Baca juga: Ira dan Baron Berselisih di Sidang, Beda Versi Soal Malam Penjemputan di Perumahan Alak

Ira kemudian menelpon Randy dan menanyakan apakah dia pelaku pembuhan. Namun Randy menjawab bahwa tidak mungkin dia pelakunya.

Setelah identitas kedua korban diketahui pada 23 November 2021 setelah dilakukan autopsi dan pemeriksaan di RS Bhayangkaran Titus Ully Kupang, Randy kemudian menyerahkan diri ke Polda NTT pada 2 Desember 2021.

Kepada kepolisian, dia mengaku sebagai pelakunya. Atas pengakuan dan pemeriksaan cepat, polisi langsung menahannya.

Namun tidak ada saksi yang mendapati Rrandy melakukan perbuatan kejinya. Hanya dia sendiri dan Tuhan yang mengetahui waktu dan tempatnya. Kepada kepolisian, dia mengatakan dia menghabisi kedua korban pada 28 Agustus 2021 dan menguburkannya pada 31 Agustus.

Baca juga: Bukan SM atau Sonia, Ira Mengaku Mengetahui Perselingkuhan RB dan Astri dari Baron

Ira Ua dalam keteranganya membantah adanya keterangan yang mengatkan bahwa hidupnya tidak tenang jika masih ada kedua korban.

Keterangan Ira Ua ini tidak diambil sumpahnya sehingga Hakim dan JPU hanya mengikuti apa yang diucapkan istri Randy tersebut.

Sidang sempat diskors karena keterangan saksi Ira Ua yang berbelit-belit tidak sesuai pertanyaan jaksa dan hakim. Ira bahkan sampai diberi peringatan oleh hakim agar konsisten memberikan keterangan di persidangan.

Kesakian Fitri Ibrahim

Keterangan mengenai Ira Ua hidup tidak tenang jika masih ada korban disampaikan Fitri Ibrahim dalam persidangan Rabu kemarin.

Dalam kesaksiannya, saksi Fitri yang berada dibawah perlindungan LPSK, menyatakan bahwa sejak kasus penemuan jenazah, dia intens kontak-kontakan dengan Ira Ua. Mulai dari 9 hingga 10 November 2021.

Baca juga: Saksi Fitri Sepupu Randy Beberkan Perjalanan Mobil Rush: Tidak Sesuai BAP Randy

Dari perbincangan mereka, Ira mengatakan bahwa dirinya sering cekcok dengan Randy dan keluar pernyataan Ira: “Beta pung hidup sonde tenang kalau Astri dan Lael itu masih ada”. 

Randy juga menjawab dengan mengatakan “Kalau begitu Be (saya) pi bunuh dong sa, pi kasi ilang dong sa,” begitu isi percakapan antara Fitri dan Ira, ketika menceritakan soal perselingkuhan yang dilakukan Randy.

Fitri adalah sepupu Randy. Dia juga adalah pemilik mobil Rush warna hitam tersebut. Mobil tersebut dia titipkan di tempat rental mobil 111 milik Semuel Lakatompesy.

Fitri menyatakan bahwa Ira mengetahui perselingkuhan Randy dan Astri sejak bulan Maret atau April 2021.

Selama berkomunikasi intens itu, Fitri sempat menanyakan posisi Ira mulai tanggal 27 hingga 31 Agustus 2021 namun Ira menjawab lupa.

Baca juga: Puji Tuhan, Eril Anak Ridwan Kamil Ditemukan di Sebuah Bendungan

Hakim kemudian memberikan kesemaptan kepada terkait pernyataan saksi menolak atau keberatan dengan pernyataan saksi soal pertengkaran dirinya dengan Ira.

“Tidak pernah ada bahasa seperti yang disebutkan oleh saksi,” kata Randy.

GPS Mobil Rush Berbeda dengan BAP

Saksi Fitri Ibrahim dalam keterangannya juga membeberkan perjalanan mobil Rush yang dipakai terdakwa Randy saat hari naas ketika dia menghabisi nyawa kedua korban.

Dalam keterangannya dia mengatakan bahwa GPS mobil Rush tidak semuanya tertuang atau tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) terdakwa Randy Badjideh.

Belum diketahui dengan rinci perjalanan mobil Rush sebagaimana rekaman GPS tersebut. Namun Fitri memastikan bahwa GPS mobil Rush berbeda dengan yang ada di BAP Randy.

Fitri menceritakan bahwa ada yang meminta agar GPS mobil tersebut untuk diberikan kepada mereka. Namun dia tegas menolaknya.

Muncul dugaan publik bahwa rekonstruksi kasus pembunuhan Astri dan Lael tidak sesuai dengan GPS mobil Rush yang dimiliki Fitri.

Baca juga: Hakim Ingatkan Ira Ua Soal Statusnya sebagai Tersangka: Anda Harus Konsisten

SM Duga Randy dan Ira Pelakunya

Dalam persidangan kemarin, saksi Santi Mansula juga mengaku pernah bertemu dengan Ira dan berbicara soal hubungan Randy dengan Astri. 

Selama pertemuan itu, Ira curhat kepada saksi bahwa Ira ingin menceraikan Randy. Namun saksi menasehati agar tidak melakukan hal tersebut dan memikirkan anaknya.

Santi menjelaskan bahwa pada 24 November 2021 dia pernah mengirim pesan melalui messenger kepada Buang Sine bahwa dia mencurigai pelakunya suami istri, Ira dan Randy.

Dia berani menyampaikan itu kepada BS karena mengetahui Astri hanya mempunyai masalah dengan suami-istri tersebut.

Ketika ditanya hakim, Randy tidak membantah sedikitpun keterangan Santi Mansula.

Adapun sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis Wari Juniati yang didampingi empat hakim anggota yakni Teddy Windiartono, Reza Tyrama, A A. Gde Oka Mahardika dan Murthada Mberu.

Sementara dari pihak JPU ada Herry Franklin, Sarta, Herman Deta, Fera, dan Sisca Gitta Rumondang Marpaung.

Di sisi lain, terdakwa Randy Badjideh didampingi Yance Thobias Mesah, Harri Pandie, Benny Taopan, Narita Krisna Murti dan Diky Ndun.*

Posting Komentar untuk "Ira: Setelah Korban Ditemukan, Randy Sempat ke Jakarta dan Akui Dia Bukan Pelaku"