Jack Manafe Sebut Keluarga Punya Bukti untuk Patahkan Keterangan Saksi Ahli IT - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jack Manafe Sebut Keluarga Punya Bukti untuk Patahkan Keterangan Saksi Ahli IT

Yohanes Suban dan Jack Manafe.

GRAHA BUDAYA -- Kakak korban pembunuhan ibu dan anak di Kupang Astri Manafe dan Lael Maccabbee, Jack Manafe menanggapi keterangan ahli IT dalam sidang di Pengadilan Neger Kupang pada Senin (13/6) lalu.

Dalam sidang tersebut saksi Yohanes Suban mengatakan dia meneliti 12 handphone. Dari 12 HP tersebut, dia menemukan bahwa HP Randy Badjideh sudah direset dan baru aktif kembali pada 2 September, atau 2 hari setelah jasad Astri dan Lael dikuburkan di Penkase.

Jack Manafe mengatakan bahwa pihak keluarga menghormati keterangan saksi yang merupakan salah satu dosen di STIKOM Uyelindo Kupang tersebut. Namun dia menegaskan bahwa keluarga sudah mengantongi bukti yang bisa mematahkan keterangan saksi ahli IT.

"Kami tetap menghargai ahli IT tapi ahli IT lupa kalau kami keluarga masih punya bukti lain untuk mematahkan keterangan dia," tulisnya di GrupFlobamorata Tabongkar, Selasa (14/6).

Baca juga: Ira dan Baron Berselisih di Sidang, Beda Versi Soal Malam Penjemputan di Perumahan Alak

Dalam keterangannya, Yohanes mengatkan dia hanya intens memeriksa enam HP. Keenam HP yang diperiksa tersebut merupakan HP milik terdakwa Randy, tersangka Ira Ua istrinya, Sonia Tulle, Santi Mansula, Nastuti dan Arca. 

Dari semua HP, kata dia, dalam keadaan normal dan bisa terpakai.

"Kalau di saya itu sebenarnya itu 12 handphone. Tapi yang saya periksa itu 6 handphone. Normal yang lain, pokoknya yang reset tu hanya Randy," katanya dikutip Kompas TV Kupang.

Baca juga: Dugaan Dibekap dan Dipukul, Ahli Forensik Sebut Ada Banyak Luka di Sekujur Tubuh Astri dan Lael

Dia mengatakan bahwa HP Randy baru aktif kembali pada 2 September 2021. Dia tidak tahu persis kapan HP Randy itu direset. 

"Kalau dilihat dari setelah reset dan aktif lagi itu mulai tanggal 2 Sepetember,” katanya.

Dalam keteranganya, dia menerangkan bahwa  menurut bukti GPS yang dia periksa, terdapat dua nomor yang ikut dalam mobil Rush tersebut. Yaitu nomor HP milik korban Astri, dan nomor HP milik terdakwa Randi.

Dari semua bukti IT yang diperiksa dan diteliti, dirinya tidak menemukan kejanggalan, karena murni IT yang diperiksa.

“Jadi apapun yang saya keluarkan itu tidak ada kesimpulan bahwa ada keterlibatan orang lain. Itu tidak. Karena semua itu saya kasih ke penyidik baru mereka yang urus,” tukasnya.

Baca juga: Beda Versi Saksi Ahli IT dan Kesaksian Ferry, Kejanggalan Kasus Penkase Kian Jelas

Keterangan saksi ahli IT ini berbeda dengan kesaksian Ferry Julius Taunus, seorang cleaning service kantor BPK RI perwakilan NTT, tempat terdakwa Randy bekerja.

Saksi menceritakan bahwa pada tanggal 28 Agustus 2021 pagi, Randy menelponnya dan mengatakan bahwa dia sudah menunggunya di Kantor BPK. Saat itu saksi mengaku sedang berada di Oepura dan kembali ke kantor BPK untuk mencuci mobil Avanza milik Randy.

Menurut penuturannya, kondisi mobil saat itu berdebu (ada tanah putih) dan berbau amis.

Namun dia tidak dapat memastikan amis tersebut disebabkan oleh faktor apa.

Dia menjelaskan bahwa, bau amis yang dia hirup itu berasal dari karpet di dalam mobil tersebut. Dia sendiri yang menurunkan karpet mobil tersebut dan kemudian mencucinya hanya dengan air saja di Kantor BPK.

Keterangan saksi tersebut dibantah oleh Randy yang mengatakan bahwa sejak Mei-Agustus 2021 dia tidak pernah memakai mobil Avanza yang merupakan milik istrinya, Ira Ua.

Hal itu ditegaskan lagi oleh salah satu penasehat hukum terdakwa Randy yang berupaya mengkonfrontir keterangan saksi. 

Menurutnya pada tanggal dan waktu tersebut terdakwa berada di tempat lain berdasarkan GPS mobil Rush yang dipakai mengangkut kedua korban. Yaitu di TKP Parkiran Hollywood.

Adapun tanggal 28 Agustus, menurut pengakuan Randy merupakan hari naas bagi Astri dan Lael karena saat itu dia sekitar menghabisi nyawa kedua korban di parkiran Hollywood sekitar pukul 10.00 WITA.

Sementara itu, ketika menanggapi keterangan saksi ahli IT pada Senin (13/6) kemarin, PH Randy mengatakan bahwa berdasarkan penelitian saksi ahli IT tentang CDR HP Randy, disebutkan pada tanggal 28 Agustus Randy tidak pernah menelpon Ferry.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah siapa yang menelpon Ferry pada tanggal tersebut untuk mencuci mobil Avanza?*

Posting Komentar untuk "Jack Manafe Sebut Keluarga Punya Bukti untuk Patahkan Keterangan Saksi Ahli IT"