Jenuh dengan Janji Manis Pemerintah, Warga Alorawe di Nagekeo Bangun Jembatan Bambu - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenuh dengan Janji Manis Pemerintah, Warga Alorawe di Nagekeo Bangun Jembatan Bambu

Warga Alorawe bangun jembatan bambu.


GRAHA BUDAYA -- Warga Desa Alorawe di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo membangun jembatan darurat di Kali Aesesa. 

Sungai ini adalah sungai yang juga mengairi lahan persawahan di Kota Mbay.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Graha Budaya pada Sabtu (11/6) disebutkan bahwa terdapat 200 lebih warga Desa Alorawe terpaksa membangun jembatan darurat dari bahan kayu dan bambu di sungai tersebut.


Salah satu warga Bertolomeus Doi mengatakan bahwa pembangunan jembatan darurat ini adalah untuk melancarkan akses transportasi.

"Pembangunan jembatan ini merupakan inisiatif dan swadaya murni dari penduduk masyarakat Desa Alorawe karena merasa kesulitan akan akses transportasi", ungkap Berto.

Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk meningkatakan perekonomian masyarakat se tempat karena dengan adanya jembatan ini maka masyarakat setempat bisa memasarkan hasil panen ke Pasar Boawae yang mana harus melewati Kali Aesesa tersebut. 


Namun diketahui bahwa jembatan ini hanya bisa digunakan untuk kendaraan roda dua saja atau motor karena bahannya terbuat dari dan bambu.

"Jembatan ini bertujuan agar tidak melumpuhkan aktivitas masyarakat untuk bisa bepergian ke lain tempat," terang Berto.
 
Dia mengungkpakan bahwa masyarakat Desa Alorawe sudah merasa jenuh dan bosan dengan penantian panjang dari pemerintah setempat untuk membangun jembatan secara permanen penghubung dari Desa Alorawe dan Desa Dhereisa di Kecamatan Boawae.


"Kami merasa jenuh dan terus jenuh dengan janji-janji manis dari pemerintah untuk membangun jembatan secara permanen, makanya kami berinisiatif untuk membangun jembatan sementara dengan bahan seadanya dari kayu dan bambu," ungkap Berto.*

Posting Komentar untuk "Jenuh dengan Janji Manis Pemerintah, Warga Alorawe di Nagekeo Bangun Jembatan Bambu"