Randy Merasa Bersalah dan Menyesal Atas Kematian Astri dan Lael - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Randy Merasa Bersalah dan Menyesal Atas Kematian Astri dan Lael

Randy Badjideh, terdakwa kasus kematian ibu dan anak di kupang.

GRAHA BUDAYA-- Agenda persidangan kasus kematian ibu dan anak di Kupang  Astri Manafe dan Lael Maccabbee, pada senin (20/6) menemukan fakta baru setelah memeriksa terdakwa Randi Badjideh yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Wari Juniati.

Terdakwa menghadiri pemeriksaan dan meyampaikan beberapa keterangan mengenai kematian Astri dan Lael yang berlangsung di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.

Pada kesempatan tersebut Randi Badjideh, mengakui kesalahannya yang menyebabkan Ate meninggal dan juga mengungkapkan penyesalannya atas peristiwa tersebut hingga menitikkan air matanya.

Baca Juga: Dugaan Dibekap dan Dipukul, Ahli Forensik Sebut Ada Banyak Luka di Sekujur Tubuh Astri dan Lael

"Saya mengakui bersalah. Akibat perbuatan saya, membuat Ate meninggal dunia" ungkapnya.

Dia pun menceritakan kronologi insiden naas yang menewaskan dua korban tersebut.

Pada hari Jumat (27/8/2021), ia menjemput  kedua korban di Kosan Bayu menggunakan mobil Rush dan berkeliling hingga di Kota Kupang, hingga ke Oelamasi, Ibukota Kabupaten Kupang. 

Namun pada hari Sabtu (28/8/2021), Astri dan Lael tewas masih di dalam mobil Rush yang sama dan bertempat di depan rumah jabatan Bupati Kupang alias Hollywood.

Di depan majelis hakim, Randy menjelaskan sebab ia membunuh Astri. Randy mengatakan hubungan mereka sudah diketahui istrinya Ira Ua, dan dia punya satu permintaan yakni menjaga Lael, tetapi Astri menginginkan mereka bertiga harus bisa bersama.

Baca Juga: Beda Versi Saksi Ahli IT dan Kesaksian Ferry, Kejanggalan Kasus Penkase Kian Jelas

“Saya sampaikan kalau istri saya sudah tahu hubungan ini, jadi kita akhiri saja hubungan ini. Tapi saya ada satu permintaan, biar Ade (Lael), saya yang jaga,” sebut Randy.

Namun permintaan terdakwa untuk menjaga Lael justru tidak diterima oleh Astri sehingga Astri kemudian mencekik Lael yang diikuti dengan cekikan dari Randy kepada Astri hingga Astri dan Lael sama-sama meregang nyawa.

“Dari pertengakaran itu, Astri langsung cekik Lael setelah melihat itu saya juga langsung cekik Astri kurang lebih lima menit, sempat ada perlawanan dari Astri saya lihat dia sudah mulai lemas saya lepas dan ade jatuh dari tangan Ate,” terang Randy.

Baca Juga: Aksi Damai Sampaikan Kasus Penkase dan Ansel Wora ke Jokowi, PMKRI Ende 'Dilabrak' Warga

Cekikan berantai yang menewaskan Astri dan Lael ini kemudian membuat Randy panik hingga mengangkat kedua jenasah ibu dan anak tersebut ke kursi bagian belakang dan langsung menuju ke Swalayan Rukun Jaya untuk membeli kantong plastik.

Namun, ucapan terdakwa tidak didukung dengan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter Syahputra Hasibuan yang merupakan ahli forensik dari Polda NTT.

Dalam keterangannya, dokter Syahputra mengatakan berdasarkan hasil autopsi dugaan kematian korban Astri dan Lael antara dibekap atau dibunuh. Namun dia tidak bisa memastikan penyebab kematian kedua korban.

Baca Juga: Kenali 6 Ciri Rumah Pembawa Sial, Apakah Rumahmu Termasuk?

"Bisa dibekap dan bisa dipukul saya tidak tahu pasti," katanya dikutip Victory News.

Dugaan dibekap atau dipukul terungkap dari hasil autopsi yang menunjukkan bahwa kedua korban mati lemas akibat pembekapan. Untuk Astri diduga terjadi pembekapan di mulut.

"Kedua korban meninggal akibat kekurangan oksigen yang dapat mengkibatkan seseorang mati lemas," pungkasnya.

Dokter Syaputra mengatakan untuk korban Astri ada memar pada bagian leher, mulut, dan kepala serta luka di kedua kaki korban.

Baca Juga: Lulus Kuliah, Mantan Anggota JKT 48 Memilih Jualan Nasi Goreng

"Ada banyak luka, memar di mulut, leher bagian depan dan atas leher panjang 10cm dan lebar 6cm pada tubuh koran Astri dan Lael," katanya.

Dia menerangkan bahwa adanya memar di kepala korban Astri diduga karena pukulan benda tumpul. Namun dia masih belum juga memastikan apakah dihantam atau bukan.

Hal itu karena ketika diautopsi jasad Astri sudah membusuk sehingga tidak begitu jelas lagi. Termasuk juga hidung yang sudah hilang.

Baca Juga: Keluarga ABK Asal NTT yang Hilang di Perairan Mauritius Surati Paus Fransiskus

"Terdapat beberapa luka memar di bagian atas kepala dengan ukuran panjang 2,5cm lebar 2 cm, akibat kekerasan tumpul yang saya tidak tahu pasti penyebabnya, karena jenazah sudah mengalami pembusukkan," terangnya.*

Posting Komentar untuk "Randy Merasa Bersalah dan Menyesal Atas Kematian Astri dan Lael"